Latih Nalar Kritis Santri, Ponpes Nurul Anwar Kedungrejoso Adakan Pelatihan Berdiskusi

Foto santri dalam pelaksanaan Bahsul MasailPelatihan ini dirancang tidak hanya sebagai penyampaian materi, tetapi juga sebagai ruang latihan berpikir dan berdialog secara ilmiah. Para santri dibekali pemahaman mengenai dasar-dasar pengambilan hukum Islam, pengenalan metode istinbath hukum, serta cara membaca dan memahami kitab kuning secara tepat. Selain itu, santri juga dilatih untuk menerapkan etika bermusyawarah yang baik dan sistematis sebagaimana tradisi Bahtsul Masail yang telah lama hidup di lingkungan pesantren.

Selama kegiatan berlangsung, proses pembelajaran dipandu langsung oleh para asatidz dan pemateri yang memiliki pengalaman di bidang fiqih dan Bahtsul Masail. Materi disampaikan dengan pendekatan yang komunikatif sehingga santri dapat mengikuti dengan baik sekaligus aktif dalam setiap sesi diskusi.

Ust. Lutfi Maulana selaku pengampu kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan berdiskusi merupakan bagian penting dari tradisi keilmuan pesantren yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Menurut beliau, forum seperti ini menjadi sarana efektif untuk melatih santri agar tidak hanya memahami fiqih secara teoritis, tetapi juga mampu menyampaikan pendapat secara terukur, argumentatif, dan bertanggung jawab. “Santri perlu dibiasakan berdiskusi dengan landasan dalil dan sikap saling menghargai perbedaan pendapat,” ungkapnya.

Dalam praktiknya, para santri dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi untuk membahas persoalan-persoalan aktual yang sering dijumpai di lingkungan masyarakat. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mengkaji masalah, mencari rujukan dari kitab-kitab klasik, kemudian menyusun kesimpulan yang dipresentasikan di hadapan peserta lain. Hasil diskusi tersebut selanjutnya dibahas dan dikritisi bersama, sehingga tercipta suasana dialog yang hidup, dinamis, dan sarat dengan nilai-nilai keilmuan.

Antusiasme santri terlihat jelas sepanjang kegiatan. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat dan aktif menyampaikan pendapat. Banyak santri mengaku pelatihan ini memberikan pengalaman berharga, terutama dalam memahami tata cara berdiskusi yang benar serta memperdalam metode Bahtsul Masail sesuai dengan tradisi pesantren.

Melalui kegiatan Pelatihan Berdiskusi ini, Pondok Pesantren Nurul Anwar Kedungrejoso berharap para santri dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki bekal keilmuan yang kuat, mampu menyikapi persoalan umat dengan bijaksana, serta tetap menjaga nilai-nilai luhur pesantren di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Pewarta : M.Sholeh Editor : Tim Multimedia Nurul Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Ujian Pesantren Daring
Kegiatan Pesantren Lingkungan

Prestasi

Lomba Lari
Lomba Melukis

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman