PP Nurul Anwar dari Masa ke Masa: Jejak Sejarah dan Ikhtiar Pendidikan

Berangkat dari musholla kecil dan satu santri mukim, Pondok Pesantren Nurul Anwar Kedungrejoso tumbuh melalui pengabdian panjang hingga menjadi pusat pendidikan Islam yang memadukan iman, ilmu, dan khidmah bagi masyarakat sekitar.

Surau.ID – PONDOK Pesantren Nurul Anwar Kedungrejoso tumbuh melalui proses panjang pengabdian, kesabaran, dan keteguhan niat para perintisnya dalam menanamkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat pedesaan. Pesantren ini resmi berdiri pada 2021, sementara benih perjuangannya telah dirintis jauh hari sebelumnya.

Rintisan awal bermula pada 2008 di Desa Margoayu, Kecamatan Pakuniran. Pada masa itu, Ustadz Syamsul Arifin bersama istrinya, Ustadzah Nurul Yuli Wahyuni, memulai khidmah dengan mengajar ngaji anak-anak di sebuah surau sederhana. Dari ruang kecil itulah semangat dakwah dan pendidikan Islam ditanamkan secara perlahan dan istiqamah.

Perjuangan tersebut berlanjut pada 2012 dengan melanjutkan pengabdian ke Kedungrejoso, Kecamatan Kotaanyar. Di tempat baru ini, kegiatan keagamaan dan pendidikan terus dikembangkan dengan pendekatan khas pesantren yang mengedepankan keteladanan dan kebersamaan.

Pada 2013, khidmah pendidikan diperluas melalui pendirian Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Dua tahun berselang, tepatnya pada 2015, dirintis pendidikan formal usia dini dengan mendirikan TP/PAUD sebagai ikhtiar menanamkan dasar keislaman sejak usia awal.

Pada tahun 2016, pendiri mendirikan TK Nurul Anwar sebagai tonggak penting perkembangan lembaga. Sebagian masyarakat sempat meragukan kehadirannya dan melontarkan berbagai komentar miring. Namun, para pengelola menjawab keraguan tersebut dengan ketekunan, keikhlasan, dan kesungguhan dalam melayani peserta didik, sehingga kepercayaan publik perlahan tumbuh. Dari titik inilah, masyarakat mulai mengenal Nurul Anwar sebagai lembaga pendidikan yang konsisten dan berdedikasi.

Asal Usul dan Makna Nurul Anwar

Nama Nurul Anwar sendiri bukan sekadar penamaan administratif. Nama ini merupakan pemberian dari Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini. Secara etimologis, nur berarti cahaya, sementara anwar bermakna cahaya yang lebih terang. Dengan demikian, Nurul Anwar dimaknai sebagai “cahaya di atas cahaya”, sebuah simbol harapan agar pesantren ini menjadi penerang dan penuntun umat.

Penamaan ini juga menunjukkan keterkaitan historis dengan para pendirinya. Pendiri menisbatkan kata Nurul pada nama Ustadzah Nurul Yuli Wahyuni sebagai salah satu perintis utama, sementara mereka juga menyandarkan kata Anwar pada nama sesepuh keluarga sebagai bentuk penghormatan terhadap mata rantai perjuangan keluarga dalam bidang pendidikan dan keagamaan.

WhatsApp Image 2026 01 03 at 05.59.26
Kegiatan para santri di halaman Pondok Pesantren Nurul Anwar Kedungrejoso, Kotaanyar, Probolinggo.
Fase Pertumbuhan Lembaga

Seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat, pengelola pesantren terus mengembangkan lembaga pendidikan. Pada tahun 2020, mereka merintis pendidikan tingkat dasar yang kini dikenal sebagai SD Islam Nurul Anwar. Setahun kemudian, meskipun menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, pengelola mendirikan MTs Terpadu Nurul Anwar dan MA Terpadu Nurul Anwar. Pada fase yang sama, pesantren juga mulai menyelenggarakan pendidikan keagamaan nonformal melalui Madrasah Diniyah Ula dan Wustha.

Kehidupan kepesantrenan Nurul Anwar bermula secara sederhana, bahkan nyaris simbolik. Orang tua Albarku (Bara) mempercayakan putranya sebagai santri mukim pertama untuk tinggal dan belajar di ndalem pengasuh. Dari satu santri itulah, orang tua lainnya perlahan menaruh kepercayaan dan mulai menitipkan putra-putri mereka. Dalam waktu singkat, jumlah santri mukim pun meningkat hingga puluhan, terdiri dari santri putra dan santri putri.

Pada tahap awal, pengasuh menampung seluruh santri di rumahnya. Seiring bertambahnya jumlah santri, pada tahun 2022 pengelola pesantren mulai membangun asrama sederhana di sekitar ndalem pengasuh. Pengelola membangun asrama putri di sisi rumah pengasuh, sementara santri putra menempati bangunan sederhana di dekat rumah warga. Kini, santri Nurul Anwar tidak hanya berasal dari desa sekitar, tetapi juga datang dari berbagai kecamatan bahkan luar Kabupaten Probolinggo.

Meski tergolong pesantren muda, Pondok Pesantren Nurul Anwar berkembang secara signifikan. Dalam kurun waktu yang relatif singkat, pesantren ini membangun dirinya sebagai pusat pendidikan keislaman yang hidup dan dinamis, dengan masyarakat sekitar terlibat aktif berkhidmah sebagai pengurus sekaligus tenaga pendidik.

Penguatan Sarana, Kepedulian Sosial, dan Arah Pendidikan

Melihat pesatnya perkembangan santri dan lembaga pendidikan mendorong pengurus Pondok Pesantren Nurul Anwar untuk terus melakukan pembenahan. Pada tahun 2025, pengurus melaksanakan renovasi dan pembangunan secara bertahap, meliputi perbaikan musala, pembangunan asrama putri di lantai dua rumah pengasuh, serta penambahan dan penataan ruang kelas. Meski keterbatasan ruang belajar masih menjadi tantangan—bahkan pengurus harus menggunakan satu ruang kelas secara bersamaan dengan sekat—kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat pengabdian dan komitmen mereka dalam mencerdaskan umat.

Saat ini, pesantren menyediakan asrama santri putra dan putri secara terpisah, termasuk kamar mandi, kantor administrasi, tiga unit asrama santri putra, tiga unit asrama santri putri, serta aula pesantren sebagai pusat kegiatan santri. Pengelola pesantren menjalankan seluruh tata kelola pemondokan sesuai dengan tradisi pesantren Nahdlatul Ulama yang menjunjung tinggi nilai adab, kesopanan, dan keteraturan.

Dalam aspek sosial, Pondok Pesantren Nurul Anwar secara aktif menunjukkan kepedulian tinggi terhadap akses pendidikan. Pesantren ini membuka kesempatan seluas-luasnya bagi santri dari keluarga kurang mampu dengan membebaskan biaya pendidikan. Pengasuh pesantren, Kiai Syamsul, secara langsung menanggung kebutuhan makan, pendidikan kepesantrenan, hingga pendidikan formal sebagai wujud pengabdian dan tanggung jawab moral terhadap dakwah dan pendidikan umat.

Dari sisi kurikulum, pesantren menegaskan pembentukan karakter, pendalaman ilmu, dan kedisiplinan sebagai fokus utama pendidikan. Pesantren mewajibkan seluruh santri mempelajari dan menghafal Al-Qur’an, serta menguasai dasar-dasar bahasa Arab dan bahasa Inggris. Pesantren juga menyelenggarakan program pembinaan dasar bagi santri yang belum lancar membaca dan menulis sebelum mereka memasuki tahap hafalan Al-Qur’an. Selain itu, pesantren membekali santri dengan ilmu-ilmu keislaman seperti fiqih, tauhid, nahwu, sharaf, dan akhlak untuk memperkuat pemahaman agama dan membentuk kepribadian Islami.

Dengan perjalanan yang penuh dinamika, Pondok Pesantren Nurul Anwar Kedungrejoso terus menapaki langkahnya, tumbuh dari kesederhanaan, meneguhkan nilai keikhlasan, dan mengarahkan visi pendidikannya pada masa depan umat. Menjadi cahaya di atas cahaya bagi generasi yang akan datang.

Sumber: https://surau.id/pp-nurul-anwar-dari-masa-ke-masa-jejak-sejarah-dan-ikhtiar-pendidikan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Ujian Pesantren Daring
Kegiatan Pesantren Lingkungan

Prestasi

Lomba Lari
Lomba Melukis

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman